Biaya detention merupakan salah satu momok terbesar yang sering kali membuat ongkos logistik membengkak tanpa disadari oleh para pelaku bisnis ekspor-impor. Berbeda dengan denda demurrage yang terjadi di dalam area pelabuhan, denda detention dikenakan oleh pihak pelayaran karena keterlambatan dalam mengembalikan kontainer kosong (empty container) ke depo setelah melewati batas waktu bebas (free time) yang telah disepakati. Masalah ini biasanya dipicu oleh proses pembongkaran muatan di gudang importir yang memakan waktu terlalu lama atau kendala koordinasi dengan armada truk pengiriman.
Untuk menghindari kerugian finansial akibat denda ini, manajemen rantai pasok yang efisien dan komunikasi yang solid antar pihak sangatlah krusial. Kesalahan fatal seperti lambatnya pengurusan dokumen kepabeanan, kurangnya persiapan tenaga kerja di gudang pembongkaran, serta buruknya penjadwalan transportasi darat harus segera dieliminasi. Dengan melakukan perencanaan logistik yang matang dan memantau pergerakan kontainer secara real-time, perusahaan dapat menekan pengeluaran yang tidak perlu dan menjaga efisiensi biaya operasional tetap optimal.